Apa bedanya aplikasi speaking dengan aplikasi biasa
Kriterianya cuma satu: apakah aplikasinya memaksamu mengucapkan kalimat bahasa Inggris keras-keras secara real-time, dan mengoreksi kesalahanmu. Selain itu—kartu hafalan, kuis, "tirukan suara ini"—melatih pengenalan, bukan produksi bicara. Pengenalan juga berguna, tapi keterampilan ngomong tidak tumbuh dari situ: kamu bisa setahun di Duolingo dan tetap nggak bisa pesan kopi dalam bahasa Inggris.
Satu hal yang perlu dipuji secara jujur: ELSA sangat populer di Indonesia, dan memang bagus untuk satu hal—melatih pelafalan dan menghaluskan aksen. Kalau masalah utamamu cuma pronunciation, ELSA salah satu yang terbaik. Tapi ELSA tidak melatih percakapan bebas dan tidak menjelaskan dalam bahasa Indonesia. Tabel di bawah membandingkan pilihan utama beserta harganya.
Perbandingan aplikasi dengan harga
| Aplikasi | Format bicara | Harga | Penjelasan bahasa Indonesia | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Dara | Panggilan suara real-time (di Telegram) | Rp109.000/bulan, 60 menit gratis | Ya, saat panggilan | Latihan percakapan sungguhan, dari nol sampai C2 |
| Talkpal | Pesan suara | ~$10/bulan | Sebagian (antarmuka) | Latihan tanpa tekanan panggilan, banyak bahasa |
| ELSA | Pelatih pelafalan | ~$12/bulan | Tidak | Pelafalan & aksen—populer di Indonesia |
| Speak | Tugas suara terprogram | ~$15–20/bulan | Tidak | Kursus terstruktur, kalau budget bukan masalah |
| Gliglish | Chat suara di browser | Gratis / $12/bulan | Tidak | Coba format gratis hari ini juga |
| Duolingo | Kartu hafalan, minim bicara | Gratis / $14/bulan | Sebagian | Kosakata & kebiasaan, bukan speaking |
Apa yang dilihat saat memilih
1. Format bicara. Panggilan real-time > pesan suara > "tirukan suara ini". Makin dekat ke percakapan nyata, makin cepat rasa kaku hilang. Pesan suara memang lebih nyaman, tapi memberi waktu berpikir tak terbatas—sesuatu yang tidak ada di percakapan asli.
2. Penjelasan bahasa Indonesia. Sampai level B2, ini faktor penentu: koreksi yang tidak kamu pahami adalah koreksi yang terbuang. Dari tabel di atas, penjelasan penuh dalam bahasa Indonesia di mode suara cuma ada di Dara.
3. Harga per jam bicara. Hitung bukan harga langganan, tapi biaya per jam ngomong. Panggilan tanpa batas Rp109.000/bulan dengan latihan harian menghasilkan biaya per jam jauh di bawah Rp10.000—dibanding Rp150.000–400.000 untuk guru les.
4. Friksi. Kebiasaan harian mati karena langkah-langkah ekstra. Aplikasi yang harus diunduh, dibuka, dan login akan kalah dari bot di messenger yang sudah ada di HP-mu.
Kesimpulan
Kalau tujuanmu bisa ngomong: Dara untuk panggilan harian dengan penjelasan bahasa Indonesia (60 menit gratis, tanpa kartu), Gliglish kalau mau coba formatnya gratis sekarang juga, ELSA sebagai pelengkap untuk pelafalan. Kalau tujuanmu kosakata, tetap di Duolingo dan tambahkan 10 menit latihan suara setiap hari.
Lanjut baca: cara belajar berbicara bahasa Inggris—rencana lengkap dan Dara vs Duolingo vs ChatGPT.
Pertanyaan dan jawaban
Ada aplikasi speaking bahasa Inggris yang gratis?
Gliglish memberi menit gratis chat suara di browser setiap hari. Dara memberi 60 menit panggilan pertama gratis tanpa kartu—cukup untuk 5–6 pelajaran penuh supaya kamu tahu apakah formatnya cocok. Duolingo juga punya paket gratis, tapi itu untuk kosakata, bukan latihan ngomong.
Apakah aplikasi speaking cocok untuk pemula?
Cocok, asalkan ada penjelasan dalam bahasa Indonesia. Dengan itu kamu bisa mulai dari nol: ngomong sebisanya, lalu tahu apa yang salah dalam bahasa ibu. Aplikasi yang sepenuhnya berbahasa Inggris (ELSA, Speak) baru nyaman dipakai sekitar level B1 ke atas.
Bisakah aplikasi menggantikan guru les?
Untuk latihan ngomong harian, bisa, dan jauh lebih murah. Untuk strategi ujian (IELTS, wawancara kerja) guru manusia masih berguna. Kombinasi terbaik: tutor AI setiap hari plus guru les sekali-sekali untuk topik yang rumit.
Berapa lama latihan supaya ada hasil?
10–15 menit per hari. Frekuensi lebih penting dari durasi: lima sesi pendek seminggu memberi hasil lebih baik daripada satu sesi panjang, karena berbicara adalah keterampilan motorik yang dibangun lewat pengulangan.